DIBALIK SEBUAH KARANGAN

                                                                                 http://2.bp.blogspot.com
Karangan itu tidak selamanya fiktif. Ada kalanya karangan itu menyatakan pengalaman atau perasaan pengarang yang sebenarnya. Meskipun tujuan utamanya tetap untuk menghibur para pembaca. Namun, karangan tetap berisikan suatu pesan yang ingin disampaikan si pengarang.
Dalam mengarang, ketajaman perasaan ataupun banyaknya pengalaman belum sepenuhnya menjadikan pengarang hebat. Sebab, pengarang juga harus cakap dalam meramu ceritanya menjadi bahan tulisan yang enak dibaca. Kepintaran mengatur alur dengan baik dan gaya komunikatif dalam bertutur merupakan hal-hal yang bisa didapatkan, asalkan kita mau bersungguh-sungguh dalam belajar.
Terkadang, memiliki lawan penullis bisa dijadikan sebagai pendongkrak untuk menghasilkan karya yang lebih bagus lagi. Bacalah karya-karyanya, pahamilah kelebihan yang dimiliki serta kekurangannya. Kemudian dari sana, mulailah kamu menulis dengan gayamu sendiri. Tulisanmu pasti akan lebih bagus, jika kamu terus mengasah hari demi hari, lagi dan lagi.
***
CATATAN HATI SEORANG ISTRI MUDA
                                                                                     cdns.klimg.com
Kapankah Bapak akan mengenalkanku pada mereka? Bahwa aku adalah istri sah mu, walaupun aku yang paling muda. Sampai kapan aku harus terus menderita, karena dianggap sebagai tamu negara semata. Biar dipanggil ibu tiri pun aku tak mengapa. Asal jangan dihina sebagai selir istana. Lagipula, aku mulai bisa mencintai anak-anakmu. Yang basah tergerai rambutnya, yang suka belajar menari di balai istana, yang mirip ibunya dan yang lucu-lucu paras serta tingkahnya. Aku rela, asal tak ada desas-desus itu lagi!

Karena aku perempuan, aku butuh pengakuan. Pengakuan akan cinta Bapak kepadaku. Walaupun Bapak telah mengucapkannya, aku ingin itu lebih dari sekali. Agar mekar hatiku kembali, Bapak. Mekar seperti waktu Bapak membawaku dari negeri asalku. Tahukah Bapak, mengapa aku mau ikut denganmu?

Karena aku terpikat pertama kalinya dengan kharisma Bapak, wibawa yang Bapak miliki, kecerdasan pola pikir Bapak yang visioner jauh ke depan, ketegasan sikap Bapak dalam orasi-orasi politik yang Bapak bawa diatas podium, sehingga tak heran jika orang-orang menjuluki Bapak “Singa Podium”. Lagipun, Bapak juga tampan dan gagah sebagai seorang lelaki.

Belum lagi, saat Bapak menyatakan cinta itu. Ah, romantis sekali! Di Pantai Bali, kita duduk-duduk berdua diatas pasir putih, didekat pohon kelapa yang daunnya nyiur melambai. Seolah mengucapkan selamat beristirahat kepada matahari yang terbenam di ufuk barat. Bapak membisikkan ke telingaku, kata-kata yang masih sangat segar dalam ingatan, “Maukah engkau menjadi inspirasiku? Teman mengejar mimpi-mimpiku? Dan, penguat kehidupanku?”. Engkau telah membuat hatiku melambung, Bapak. Lantas, aku langsung mengangguk bersemangat, mengiyakan mimpimu membangun mahligai rumah tangga kita.

Setelah istri Bapak yang kesekian tahu perihal percintaan kita. Hidupku mulai banyak dirundung luka. Mulai banyak yang menggunjing, mencibir dan menyakiti hatiku. Namun semua itu, kutepis saja dengan senyumku yang menurut Bapak sangat manis. Dan kini, setelah 45 tahun kepergianmu, yang masih tak dapat kuterima. Aku mencoba untuk bangkit!

Aku mencoba untuk bangkit kembali dari status janda, istri mantan presiden beranak satu, yang menjanda pada umur 19 tahun! Aku mencoba bangkit bersama anak perempuan kita, yang bahkan hanya mengenal kehebatan Bapaknya dari Arsip Nasional RI! Namun demikian, aku dan anak kita yang tak lagi tinggal di Indonesia, sampai kapanpun akan tetap tulus mencintaimu.

Bapak, sampai kapanpun takkan redup gemuruh cinta dalam dada ini. Sampai kapanpun takkan kuganti kewarganegaraan yang telah Bapak berikan padaku. Sampai kapanpun takkan kuhapus nama indah yang Bapak sematkan padaku. Aku akan tetap mengunjungi makammu di Blitar, Jawa  Timur. Membersihkan pusaranya dan mengenang bahwa kita pernah jatuh cinta dan akan selalu jatuh cinta, Bapak. (15 Ramadhan, 20 Juni 2016).

Komentar

Postingan Populer