MEREBUT RINDU SURGA

                                                                           http://2.bp.blogspot.com

Ada pepatah yang mengatakan, “Cintaku bertepuk sebelah tangan”. Biasanya pepatah itu ditujukan kepada pemuda atau pemudi yang mencintai, tapi tak dicinta oleh pujaannya. Tampaknya di bulan ramadhan ini, pepatah tersebut ikut berlaku. Pasalnya, di bulan ramadhan ini lah banyak hamba Allah yang mendamba surga. Namun, apakah surga mendamba atau merindui kita?

Para perindu surga yang dirahmati oleh Allah. Setidaknya ada empat cara untuk merebut rindu surga:

1.      Rajin Membaca Al-Quran

Ramadhan ialah bulan diturunkannya Al-Qur’an. merupakan sebuah kebaikan tersendiri, jika kita mau meluangkan waktu guna membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Lebih lama dari bulan-bulan yang sebelumnya. Sebab di bulan ini lah, pahala dari suatu amal dilipatgandakan. Subhanallah. Semoga semangat bertadarus di bulan suci ini terus menular ke sebelas bulan yang lainnya. Amin.

2.      Gemar Bersedekah

Bulan puasa juga merupakan bulan berbagi. Maka sungguh mulia lah, jika momentum puasa ini diisi dengan serangkaian aktivitas berbagi. Berbagi bisa dengan apa saja. Namun yang terpenting berbagilah dengan penuh keikhlasan hati. Berilah sesuatu yang baik yang kau miliki untuk diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Tidak perlu takut kekuarangan harta, sebab kebaikan yang engkau sedekahkan tentu akan dibayarkan oleh Allah dengan sesuatu yang lebih baik. Adapun yang kurang mampu jangan pula berkecil hati. Karena memberi tidak harus identik dengan materiil, namun sumbangan moriil juga ikut terlibat. Seperti membantu atau memudahkan suatu urusan orang lain, atau tersenyum. Sebab senyum adalah ibadah .

3.      Menjaga lidah

Hifdzul lisan (menjaga lisan) merupakan perkara yang gampang-gampang sulit. Sebab, lidah seperti lirik sebuah lagu “Lidah tidak bertulang, ucapan kata mengiris kalbu...”. Ucapan yang didecahkan oleh lidah, jika itu baik maka mampu memberikan daya persuasif positif yang sangat bagus. Begitupula sebaliknya, ucapan yang menyakiti hati seseorang dapat mengulam jantung dan berbekas. Tentunya sulit untuk dimaafkan. Oleh karena itu jagalah lisan kita, sebab tiada gunanya beramal saleh jika lidah masih sulit meninggalkan ghibah. Na’udzubillahi min dzalik.

4.      Orang Yang Berpuasa

Sungguh, orang-orang yang beriman pasti mengetahui perkara puasa, bukan hanya sekedar menyehatkan fisik serta pikiran. Namun juga yang terpenting ialah mendapatkan rahmah, maghfirah serta ithqum minan nar dari-Nya.

Semoga gelar ‘Taqwa” yang Allah SWT janjikan pada bulan ini dapat kita peroleh. Dan semoga keranjingan kita membaca Al-Qur’an, bersedekah kita yang tiada henti, lisan yang senantiasa terjaga, serta berpuasa dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada mampu merebut rindu surga. Amin ya rabbal ‘alamin.  

Komentar

Postingan Populer